Flicker Images

Home » » Tiga Pangeran dan Peri Air (Cerita Rakyat India)

Tiga Pangeran dan Peri Air (Cerita Rakyat India)

Posted by CB Blogger


Dahulu kala hiduplah seorang raja dengan tiga putera. Yang tertua bernama Pangeran Bintang, adiknya bernama Pangeran Bulan dan yang bungsu Pangeran Matahari. Sang raja begitu gembira dengan kelahiran pengeran ketiga sehingga ia berjanji kepada sang ratu akan memenuhi apapun yang dimintanya.
Sang ratu mengingat janji raja kepadanya, namun ia menunggu hingga putera ketiganya dewasa.

Pada ulang tahun Pangeran Matahari yang ke duapuluh satu, sang ratu berkata kepada raja,”Yang mulia, ketika anak ketiga kita lahir dulu, kau berjanji akan memberiku hadiah. Sekarang aku minta Yang Mulia menyerahkan kerajaan ini kepada  Pangeran Matahari.”

Sang raja menolak, dan mengatakan bahwa kerajaan harus diserahkan putera tertua, karena itu sudah menjadi haknya. Kemudian bila putera pertama tidak dapat menjadi raja, kerajaan menjadi hak putera kedua. Hanya bila kedua kakaknya meninggal, putera ketiga berhak memerintah kerajaan.

Ratu pergi, namun raja dapat melihat bahwa ratu tidak puas dengan jawabannya. Raja khawatir ratu akan melakukan sesnatu untuk menyingkirkan putera pertama dan kedua.

Maka ia memanggil pangeran pertama dan kedua. Ia menyuruh mereka pergi dan tinggal di hutan hingga ia wafat. “Kemudian kembalilah dan memerintah di kerajaan ini sesuai dengan hakmu.”

Ketika mereka berjalan ke luar istana, Pangeran Matahari melihat mereka dan bertanya, “Kak, ke mana kalian pergi?”

Ketika mendengar kemana dan mengapa mereka pergi, Pangeran Matahari berkata, “Aku ikut bersama kalian, Kak.”

Mereka terus berjalan hingga masuk ke hutan. Di sana mereka menemukan sebuah kolam dan memutuskan untuk beristirahat sejenak. “Pergilah ke kolam, Dik,” kata pangeran tertua kepada Pangeran Matahari. “Mandi dan minumlah. Kemudian bawakan sedikit air, kami menunggu di sini.”

Raja peri telah memberikan kolam itu kepada seorang peri air. “Kau berkuasa di kolam ini,” kata raja peri. “dan kau boleh melakukan apa saja kepada siapa pun yang datang ke kolam ini, kecuali bila ia dapat menjawab pertanyaanku.” Peri air mendengarkan dengan seksama. Pertanyaan itu adalah,”Seperti apa peri yang baik itu?”

Ketika Pangeran Matahari masuk ke dalam kolam, peri air betanya kepadanya,”Seperti apa peri yang baik itu?”

“Peri yang baik,” kata Pangeran Matahari setelah berpikir sejenak, “seperti matahari dan bulan.”

“Kau tidak tahu seperti apa peri yang baik,” dan peri air membawa pemuda malang itu ke guanya di dasar kolam.

Setelah menunggu cukup lama dan adik mereka tidak muncul, Pangeran Bintang menyuruh Pangeran Bulan menyusulnya.

Di kolam ia tidak melihat adiknnya. Air kolam yang jernih membuatnya ingin mandi. Ia masuk ke dalam kolam. Tiba-tiba muncul peri air yang langsung bertanya, “Katakan, seperti apa peri yang baik?”

“Seperti langit di atas kita,” jawab Pangeran Bulan.

“Ternyata kau juga tidak tahu," kata peri air sambil menyeret Pangeran Bulan ke guanya.

“Pasti terjadi sesuatu pada adik-adikku,” kata Pangeran Bintang dalam hati. Ia pun pergi ke kolam. Di tepi kolam ia melihat jejak kaki adik-adiknya masuk ke dalam kolam. Tahulah ia bahwa ada seorang peri air tinggal di dalam kolam itu. Ia menarik pedangnya dan menyiapkan busurnya. Ia menunggu dengan sabar.

Peri muncul, menyamar sebagai seorang pencari kayu.”Kau tampak lelah, teman,” katanya kepada Pangeran. “Mengapa kau tidak mandi di kolam lalu berbaring di tepi sana?”

Namun Pangeran itu tahu pencari kayu itu adalah peri air. Ia berkata,”Kau telah mengambil kedua adikku.”

"Ya," kata peri air.

"Mengapa kau mengambil mereka?"

"Karena mereka tidak dapat menjawab pertanyaanku,"  kata peri air, “dan raja peri memberiku kuasa untuk melakukan apa saja kepada semua orang yang masuk ke dalam air kecuali mereka yang dapat menjawab pertanyaanku dengan benar."

"Aku akan menjawabnya," kata Pangeran, “Peri yang baik seperti pemilik hati yang murni, yang takut akan dosa dan berbuat baik dalam kata-kata dan perbuatan."

"Oh Pangeran yang bijaksana,” kata peri air. “aku akan mengembalikan satu adikmu. Yang mana yang harus kukembalikan kepadamu?"

"Kembalikan si bungsu," kata Pangeran,”Karena ialah ayah kami menyuruh kami pergi, Aku tak dapat pergi bersama Pangeran Bulan dan meninggalkan Pangeran Matahari yang malang di sini.”.

“Pangeran, kau sungguh bijaksana,” kata  peri air, “Kau tahu apa yang harus kau lakukan dan baik hati. Aku akan mengembalikan kedua adikmu."

Ketiga pangeran itu tinggal di hutan bersama-sama hingga ayah mereka wafat. Kemudian mereka kembali ke istana. Pangeran Bintang menjadi raja dan ia mengajak kedua adiknya memerintah bersamanya, Ia juga membangun sebuah rumah untuk peri air di taman istana.


0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Popular Post

Label

. Teka Teki Logika Akrivitas Anak. Teka Teki Akrivitas Anak. Teka Teki Logika Akrivitas Anak. Teka Teki Matematika Aktivitas Perkembangan Balita Aktivitas anak Analogi Gambar Anda Bertanya Kami Menjawab Asuransi Bacaan Anak Balita Bermain Bermain dengan bayi Bermain sambil belajar Bidpai Biologi Brain Facts Brain Fitness Cat buatan sendiri Ceria Anak. Cerita rakyat Sulawesi Tenggara Cerita Rakyat Tibet Cerita Inspirasional Cerita Rakyat India Cerita Rakyat Jawa Barat Cerita Rakyat Jawa Timur Cerita Rakyat Jerman Cerita Rakyat Korea Cerita anak Cerita anak. Fabel Aesop Cerita rakyat Nepal Demokrasi Dongeng Ekonomi Fabel Aesop Fakta tentang Otak Filsafat Funny Kid Sayings Gambar Global Warming Google HAKI HAM Harga diri Hukum Hutan Ibu Baru Ide kreatif kamar anak Iseng Islam KIsah Inspirasi Kebugaran otak Kecerdasan Emosional Kecerdasan Logika-Matematika Kecerdasan Visua-Spasial Kecerdasan Visual Spasial Kesehatan Kisah Nasrudin Hoja Komputer Komunikasi Ortu dan Anak. Ketrampilan Orang Tua Koperasi Korupsi Kutipan Matematika Itu Gampang Maze. teka teki Mengenal Emosi Menggambar Langkah demi Langkah Mitologi Plus Nutrition facts Origami Pajak Pancasila Parenting Hacks Parenting Quotation Pemasaran Penelitian Pengetahuan Perkembangan Bayi Permainan Acak Kata Permainan besama bayi Pers Politik Polusi Psikologi Puzzle Quotaion Quotation Quotations Resep SEO Sosial Spot the difference Statistik Sudoku Sudoku untuk Anak Teja Teki Logika Teka Teki Teka Teki Angka Teka Teki Koin Teka Teki Logika Teka Teki Nama Kota Teka teki Matematika Teka teki korek api Teka-Teki Teka-Teki huruf Teki Teki Korek Api Tip Kehamilan Tip Orang Tua Anak Remaja Tip Parenting Tip Parenting Singkat Tip Rumah Tangga Tip keamanan anak Tips Mengubah Perilaku anak Tips Parenting Tips Parenting Balita Tips Parenting Lee Kuan Yew Tips Praktis Tips anak belajar Tips anak merengek. anak merengek Tips perawatan bayi Tips perilaku anak Trivia Tutorial Blog Wirausaha affiliate bayi menangis belajar menggambar buku kami cerita rakyat Kalimantan Tengah guest post hosting ilmu jQuery kecerdasan bahasa kecerdasan visual-spasial kutipan tentang ayah kutipan tentang ibu mata kuliah maze membaca untuk bayi membangun harga diri mp3 permainan angka sudoku poem produk kami public reltion puisi sejarah sambas slider teka teki Hewan template tips tips untuk orang tua tokoh inspiratif traffic video wordpress